COVID-19 Di Negeri ku


1 bulan lebih lamanya negeri ini bertarung melawan pandemi. Meski aneh, karena awalnya negeri ini tampak abai menghadapi mahluk kecil yang sanggup menginfeksi juta-an manusia. Sulitnya birokrasi, makan nasi kucing dan kata pemanis lainnya dijadikan sebagai lelucon sekaligus dalih bahwa COVID-19 tak dapat menembus benteng pertahanan negeri ini.
faktanya transmisi virus tak mampu dielakan, arus pergerakan masa melalui darat, laut maupun udara, menjadi sasaran empuk bagi virus ini untuk terus menerus menjalar secara masif, Ibarat perlombaan, negeri ini kecolongan start, pesatnya peningkatan transmisi virusmembuat pemangku amanah geleng geleng kepala memikirkan strategi ampuh head to head melawan virus ini.
kurangnya persiapan menjadi pukulan telak bagi negeri ini, tenaga medis menjadi korban, sang pahlawan dipaksa bertempur di medan perang dengan amunisi dan persenjataan alakadarnya.kondisi di perparah akibat reaksi masyarakat yang kurang bersahabat terhadap para anggota medis, sehingga mereka harus rela menghabiskan waktu istirahatnya di rumah sakit, menahan rasa kangen berkumpul bersama keluarga,
jadikan wabah ini sebagai pelajaran, bagaimana pemangku amanah bisa secara tanggap, gerak cepat mempersiapkan segala sesuatunya dengan tepat, agar tidak timbul korban lebih banyak, seperti yang terjadi sekarang. Jadikan wabah ini sebagai muhasabah, boleh jadi wabah ini hadir sebagai bentuk teguran dari Allah untuk negeri - negeri yang terus - terus melanggar hukum - hukum Allah. jadikan syariat islam sebagai landasan, dalam mengarungi bahtera kehidupan,

Agar negeri ini selamat dan terus dilimpahi keberkahan.

Comments

Popular posts from this blog

My Perkenalan